7/16/2019

Beberapa teori terbentuknya tata surya


                         



Banyak sekali teori yang menjelaskan mengenai proses terjadinya tata surya. Pada blog ini saya akan membahas tiga saja, yaitu teori kabut (Nebula), teori planetesimal, dan teori bintang kembar.
   

    1.  Teori kabut (Nebula)

Teori kabut (Nebula) di kemukakan oleh Emmanuel kant, seorang filsuf jerman (1724-1804) dan pada tahun 1976 oleh seorang ilmuwan prancis, yaitu Pierre marquis de laplace.

Nebula adalah kabut yang terdiri atas gas terutama gas helium dan hidrogen, es, serta debu-debu angkasa. Mula-mula terdapat sebuah nebula besar berbentuk hampir bulat berotasi dengan kecepatan yang lambat sehingga akhirnya menyusut. Akibatnya, bentuknya berubah menjadi seperti cakram. Selanjutnya, cakram berputar lebih cepat sehingga sebagai meteri terlempar dan mengitari matahari. Pecahan-pecahan ini yang sekarang menjadi planet-planet dalam sistem tata surya kita.


2 2.    Teori planetesimal

Planetesimal berarti planet kecil. Awalnya, sebagian materi matahari yang pada waktu itu sudah ada tertarik oleh gaya gravitasi bintang-bintang yang lewat. Setelah bintang tersebut menjauh, sebagian meteri kembali kematahari dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan-gumpalan kecil planetesimal. Karena gaya gravitasinya sendiri , planetesimal ini menyatu dan menjadi planet yang mengelilingi matahari. Teori ini dikemukakan oleh T.C. Chamberlain dan F.R. Moulton pada awal abad 20.


3. Teori bintang kembar

Teori bintang kembat hampir sama dengan teori planetesimal. Dahulu sebenarnya ada dua (kembar) matahari. Salah satu matahari meledak dan sebagian kepingan-kepengannya tertarik oleh matahari yang lain. Kepingan-kepingan ini bergerak mengitari matahari menjadi planet-planet.







                >>>>>>>>>>>>>>>> Semangat kawan <<<<<<<<<<<<<<<<<<

No comments:

Post a Comment